Jambi, 30 April 2026 — Pemerintah Kabupaten Sarolangun secara resmi membuka kegiatan Pekan Budaya Pariwisata Sepucuk Adat Serumpun Pseko yang diselenggarakan di Taman Mini Melayu Jambi (Arena Ex MTQ), Kamis malam (30/4). Kegiatan ini menjadi wadah strategis dalam pelestarian, pengembangan, serta promosi kebudayaan daerah yang menampilkan kekayaan seni, tradisi, pariwisata, dan ekonomi kreatif khas Sarolangun.
Prosesi pembukaan berlangsung khidmat dan meriah yang ditandai secara simbolis dengan pemukulan alat musik tradisional kompangan oleh Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., M.H., bersama jajaran pejabat, sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal sekaligus penanda dimulainya rangkaian kegiatan budaya tersebut.
Undangan kegiatan tersebut sebelumnya ditujukan kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi. Namun demikian, Kepala Kantor Wilayah berhalangan hadir sehingga diwakili oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Diana Yuli Astuti.
Acara pembukaan berlangsung meriah dan dihadiri oleh berbagai unsur pejabat daerah serta anggota dewan, yang turut memberikan dukungan terhadap pelestarian budaya dan pengembangan sektor pariwisata daerah. Kehadiran para pemangku kepentingan ini mencerminkan sinergi lintas sektor dalam mendorong kemajuan budaya dan ekonomi kreatif di Provinsi Jambi.
Dalam sambutannya, Gubernur Jambi menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya sebagai identitas daerah sekaligus sebagai potensi unggulan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Rangkaian kegiatan pembukaan diisi dengan berbagai penampilan seni budaya, seperti tari persembahan, musik tradisional, hingga parade batik, serta bazar UMKM yang menampilkan produk-produk unggulan daerah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sarana promosi potensi lokal kepada masyarakat luas.
Kehadiran perwakilan Kanwil Kementerian Hukum Jambi dalam kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian budaya serta penguatan nilai-nilai kearifan lokal sebagai bagian dari pembangunan hukum dan sosial di daerah.